Sebab Kulit Telur Kenari Keras

Bookmark and Share

Hari ini saya akan sedikit menulis tentang Sebab Kulit Telur Kenari Keras. Hal inilah yang menyebabkan 2 anakan kenari saya mati pada hari ini. Karena telurnya tidak dapat dipecahkan, akhirnya anakan kenari mati didalam cangkang telurnya sendiri. Oleh karenanya, agar tidak terulang kembali kejadian yang tidak diinginkan tersebut, maka dibutuhkan langkah-langkah yang tepat.


Mengapa Kulit Telur Kenari bisa Keras? Hal ini disebabkan karena konsumsi kalsium yang berlebihan. Dalam memberikan pakan berupa kulit cumi / ikan sotong, telur puyuh+kulitnya perlu dikontrol. Jangan sampai berlebihan. Berdasarkan pengalaman saya, memberikan pakan berupa telur puyuh tiap hari pada kenari tidaklah baik. Selain bisa menyebabkan kelebihan kalsium, kenari juga bisa bertambah gemuk. Oleh karenanya, bisa diberikan tiap dua hari sekali dengan selingan pakan yang lainnya misalnya sayuran atau buah-buahan.

Kekurangan kalsium bagi kenari juga tidaklah baik. Hal ini bisa mengakibatkan kulit telur yang lunak dan dapat menyebabkan telur tidak bisa keluar. Istilahnya yaitu egg bidding atau telur kejepit. Yaitu kenari tidak dapat mengeluarkan telurnya dan mengakibatkan tersumbatnya saluran telur. Hal ini bisa berujung kematian pada indukan kenari.

Untuk mengatasi kekurangan kalsium bisa dilakukan dengan pemberian kalsium dan vitamin yang cukup. Fungsi kalsium selain untuk pembentukan tulang juga berguna untuk pembentukan cangkang telur. Dan untuk menyerap kalsium, diperlukan vitamin D. Oleh sebab itulah, fungsi dari penjemuran kenari yaitu untuk menghasilkan vitamin D yang berguna membentuk reaksi kimia didalam tubuhnya dengan bantuan sinar matahari.

Tindakan yang perlu dilakukan jika anda mendapatkan telur kenari anda belum menetas setelah habis masa pengeraman, yaitu ceklah didalam sangkar dan lihat. Misalnya dihari ke 16, setelah anda yakin ada kehidupan didalamnya. Jika ada tanda-tanda kulit kenari sudah pecah sedikit, atau berlubang, segeralah untuk membantu memecahkan telur tersebut dengan pelan-pelan dan hati-hati. Bisa dilakukan dengan alat bantu atau hanya dengan jari tangan. Hal ini memang beresiko, namun harus dilakukan dengan hati-hati. Jika tidak terlambat, kemungkinan besar anakan kenari bisa tetap hidup. Namun jika sudah lewat beberapa hari, maka bisa dipastikan anakan kenari tersebut telah mati kering didalam cangkang telurnya.

{ 2 comments... Views All / Send Comment! }

harun said...

kq iso bro ....
gene ? g' sido netes kbeh ?

Balkony Balkon said...

ia mas bro, terlambat ngeceknya, sudah tidak tertolong lagi.

Post a Comment